Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Syukurlah, Harga BBM Jadi Naik

SAYA adalah salah seorang yang bersyukur atas kenaikan harga BBM. Bukan karena saya orang kaya, atau orang yang tidak ikut susah atas dampak kenaikan itu. Saya adalah bagian dari Anda, pihak yang menjadi makin sengsara. Bukan cuma karena harga BBM, melainkan karena hidup di negara yang gaduh seperti ini.

Saya bersyukur karena kemarahan semata. Anehnya, kemarahan ini bukan terhadap pemerintah. Karena terhadap pemerintah, saya sudah tak punya kemarahan lagi.

Semua jenis perasaan mulai dari sebal, mual, hilang akal hingga kalap, sudah saya habiskan. Tapi pemerintah toh tetap seperti sediakala. Mereka lebih sibuk melayani kemarahannya ketimbang melayani kemarahan rakyat.

Jadilah saya pihak yang patah hati dan menolak  berbagi rasa lagi kepada pihak yang juga sudah menutup hati. Saya memilih marah pada masyarakat saya sendiri yang barangkali masih jauh lebih sehat dibandingkan dengan pemerintahnya.

Saya marah pada arak-arakan anak sekolah yang meski BBM mahal tetap saja membuat arak-arakan pesta lulusan.

Bahkan malah ada seorang siswa yang merayakan pesta kelulusan itu dengan cara ngebut sambil mabuk dan akhirnya menabrak orang hingga mati. Anehnya lagi, anak itu sudah lebih dulu berpesta tanpa tahu apakah saat itu ia lulus atau tidak.

Kelakuan semacam ini jelas sama spektakuler dengan ulah pejabat yang korup di tengah kemelaratan rakyatnya.

Tentu, saya pernah berterima kasih pada pemerintah ketika BBM dibuat murah. Demi kepentingan rakyat banyak, pemerintah mengeluarkan subsidi.Tapi apa jadinya ketika solar-solar yang telah dibikin murah itu ternyata malah diselundupkan ke luar negeri, diborong oleh pengusaha secara gelap dan menjadi permainan oknum Pertamina.

Saya tidak cuma marah, tapi juga terancam depresi oleh praktek-praktek semacam ini.

***



 

















MAKA di balik keputusasaan itu, sudahlah,
naikkan saja harga BBM itu setinggi engkau mau. Memang
kami akan tambah sengsara, tapi minimal kami
tidak sengsara dua kali. Kami tidak menderita sambil
melihat orang lain menari di atas penderitaan
kami. Kami bisa jadi kuat menahan lapar, tapi mana kami
kuat melihat ketidakadilan di sekitar kami.

Ayo buktikan, jika kenaikan BBM itu memang demi
keadilan, demi menuju keadaan yang lebih baik,
jangan takutkan penderitaan rakyat bawah. Rakyat
yang di bawah itu kuat, sangat kuat.

Mereka yang berimpit di pengap bus kota, yang
berjejalan di angkutan kota, adalah orang-orang yang
menjadi sangat kuat karena biasa tak memiliki
apa saja. Bahkan kematian itu adalah soal yang mereka
bayangkan sebagai biasa-biasa saja.

Yang tidak kuat adalah kaum kelas menengah
gadungan yang manja itu. Yang biasa menghamburkan
bensin di jalan-jalan tanpa alasan yang jelas.
Yang panik adalah para keluarga yang sok itu. Yang
khawatir dianggap bukan keluarga sukses jika
tidak memberikan satu anak satu mobil. Pihak tidak
pernah memberikan cukup apresiasi tentang
keadaan bangsanya, tentang etika sosial di jalan raya.

Maka jalanan di Indonesia, negeri miskin ini,
sesak hanya oleh mobil-mobil pribadi. Maka berapa pun
harga bensin dinaikkan, tetap saja akan penuh
penghambur bensin yang berapa pun harga bensin
dinaikkan, tetap saja akan penuh oleh penghambur
bensin yang memang tak pernah diperkenalkan
pada budaya menahan diri itu.

Lebih hebat lagi, berapa di antara para
penghambur itu yang mengongkosi gaya hidupnya dari duit hasil
korupsi bapaknya? Wahai maafkan kami. Kenyataan
ini benar-benar mendorong kami untuk terpaksa
berburuk sangka, sesuatu yang semestinya tidak
diajarkan agama.

Tapi bukti di jalan-jalan itu? Bukti gaya hidup
itu? Ayolah. Mari berhenti memperburuk keadaan yang
sudah terus-menerus dibikin buruk oleh kekuasaan
ini.

Sudah saatnya masyarakat lebih matang daripada
pemerintahnya. Bisa jadi gaya ini tidak lazim. Tapi
kenapa harus menunggu kelaziman jika ia tak
diperlukan lagi. Apalagi yang engkau bisa tunggu dari
pihak yang cuma sibuk bertengkar melulu itu?

Biarlah BBM sejenak menjadi mahal. Kita lihat,
apakah pemerintah jujur dalam hal ini. Biarlah sekali
lagi kesempatan itu kita beri, walau kesempatan
yang telah kita berikan berkali-kali selalu mereka
khianati.

Karena kenapa solar diselundupkan ke luar
negeri? Karena di negeri yang kaya pun bahan bakar itu
diharga lebih mahal. Pesan dari itu semua adalah
betapa mereka adalah bangsa yang sejak awal diajari
bersikap rasional, berpikir, dan hidup secara
efisien.

Hidup dan berpikir secara efisien itulah salah
satu kegagalan yang sekarang kita miliki. Jadi tidak cuma
gaya hidup, berpikir pun kita sering keliru.

Lihat saja semisal seorang pejabat diperiksa
sebagai tersangka. Apa katanya? ''Ini manuver politik!''
Siapa saja dari kita yang sedang jadi tersangka
selalu terdorong menjadi cengeng, menghiba-hiba, dan
menuduh orang lain sekadar jahil, sentimen, dan
dendam.

Orang semacam itu tak pernah berlatih siap,
apakah ia memang pernah membuat kejahatan seperti apa
yang disangkakan kepadanya. Inilah yang disebut
sindrom analisis wacana itu, yang orang pintar
menyebutnya sebagai discourse analysis.

Inilah gaya berpikir yang bertolak dari apa yang
sebaiknya aku lakukan, bukan dari apa yang
sesungguhnya telah aku lakukan.

Dalam bergaya hidup juga seperti itu. Kita
adalah bangsa miskin yang ditenteramkan oleh stabilitas
politik semu dan harga-harga yang murah yang
juga semu.

Inilah konsep kenyamanan singkat yang membuat
kita salah paham: miskin tapi ge-er sebagai kaya,
sengsara tapi sok menjadi orang berpunya.
Padahal dari manakah semua kenyamanan palsu itu
dibiayai? Dari utang.

Giliran masa menyaur tiba, jadilah kita kembali
pada derajat yang sesungguhnya. Remuk luar dalam.

Jadi, kenapa tak kau syukuri bahwa kenaikan BBM
ini adalah ilham yang sanggup mengembalikan kita
pada kesadaran semula sebagai pihak yang miskin.

Berat memang, karena kita pernah tertipu sebagai
orang berada dan hidup dengan cara orang berada.
Tapi ayo cobalah. Lagi-lagi jangan risaukan niat
pemerintah.

Sekali lagi jika ia tak jujur, pemerintah
semacam itu akan tumbang dengan sendirinya. Tapi sadarilah,
lepas dari jujur atau tidak, memerintah di zaman
seperti ini sungguh penuh dilema. Maka, mari kita
kembali pada kebiasaan rakyat yang biasa,
sebagai pemungut hikmah dari keadaan yang
bagaimanapun susahnya. Itulah cuma satu-satunya
kekuatan kita yang masih tersisa.


Semoga dgn membaca artikel ini bisa menggugah nurani kita utk ikut berpartisipasi dlm hal mensikapi kenaikan BBM ini ke dlm hidup kita sehari-hari.

Semoga bisa membuat kita "lebih bijaksana" dalam menggunakan bahan bakar ini.

 SEMOGA MENGHARUKAN !!!

OTAK Oplosan "Pemikiran"


Saya masih berfikir dengan apa yang ada di otak ini, tentang sebuah Teori Kenyataan dan logika kecemasan, yang saya lihat disekitar saya akir2 ini, dan hal tersebut malah membuat saya seperti BATMAN diantara SUPERHERO teman-temannya, yang rata-rata memiliki kekuatan SUPER, tetapi ketika saya melihat diri, seolah saya terdampar sendirian ditengah pulau, jauh dari kesan yang diharapkan, Seperti dibawah ini adalah hal2 yang sering saya pertanyakan, diskusikan, tertawakan, pikirkan bahkan menjadi riset hidup untuk mundur sejenak mengatur nafas

  • Ketika ikhtiar perubahan mulai dijlankan, mereka dituduh gila dan diasingkan.
  • Steve Jobs ditertawakan saat memutuskan kembali ke Apple untukmenylmatkan perusahaan itu diri kebngkrutan.
  • Padahal, Apple pulalah yg menendang Steve Jobs 11 tahun sebelumnya.
  • Columbus juga dicap gila saat mengatakan akan memutari bumi dngan kapal layar.
  • Wright bersaudara saat memlai eksperimennya membuat pesawat terbang jg diejek-ejek dan tak dianggap.
  • Semua yg mengubah dunia mengawalinya dr sesuatu yg asing, yg blm pernah ada sebelumnya.
  • Passion itu meredup & padam. Kita pun menjelma lagi menjadi orang biasa; orang pada umumnya.
  • Kita pun lagi-lagi, menjalani hidup dari pagi ke pagi lagi dengan jadwal yg telah ditentukan. begitu terus setiap hari.
  • Kita pun kagum dengan cerita-cerita itu. Ingin juga jadi seperti itu.
  • Namun, saat cerita itu berlalu dan kt pun menggeluti lagi dunia nyata, api semangat itu memudar.
  • Tubuh berjalan, bergerak ke sana kemari, tapi hati gersang, nurani lelah, dan pandangan mata kosong tanpa daya.
  • Oleh itulah, mengapa kita mendapati bahwa jumlah org yg bersedia memperjuangkan idenya sepenuh hati sangatlah sedikit.
  • Sebagian dari kita memilih mnyerah di awal/pertengahan prjalanan sbb, tak sanggup menanggung resiko sbg manusia “berbeda”.
  • Untuk disalahpahami, dicemooh, dikritik, dan difitnah.
  • Mayoritas kita tak cukup kuat untuk menelan hinaan itu. Shngga memilih menukarkan inner voice dengan knyamanan melenakan.
  • Lalu, secara tak sadar, kita mengikut mengatakan bhw keajaiban yg dibw setiap ide baru adalah sesuatu yg tidak logis.
  • Hanya dikrenakan saat menjalaninya tanpa hasrat, kita pernah gagal & mengolah bangkit.
  • Ide-ide itu terlalu tinggi & sia-sia krn kita tak pernah serius memperjuangkannya.
  • Bahkan saat berniat mengubah dunia, & mnghidupkn siang-malammu untuk mewujdkanya, tak ada jaminan kan tercapai diujung umurmu.
  • Engkau yg tak sungguh2 bersedia bersikap kejam pd dirimu sndri untuk memperjuangkan idemu, realitas kan mengejamimu.
  • Kecuali jika engkau termasuk orang-orang jenius, yang setahu saya, bukanlah merupakan keturunan.
  • Because the pople who are crazy enough to think they can cange the world, are the ones who do. – Steve Jobs
  • Jenius adalah orang-orang yg mampu mempertanggungjawabkan kegilaannya. Dan jumlah mereka adalah minoritas.
  • Tanpa kemampuan untuk mempertanggungjwbkan kegilaannya, posisi orang-orang yang berbeda akan dipinggirkan & dikucilkan.
  • Mengapa? Karena orang-orang normal menganggapnya sebagai pengganggu keharmonisan dan ketertiban.
  • Seringkali orang-orang besar yg mengubah dunia melakuknnya tnp niat yg besar. Mereka menggelinding bgt saja mengikut kata hati.
  • Mereka melakukan apapun yang mereka lakukan dengan suka cita, lalu…. bumm!
  • Dunia pun berubah krn hal-hal sederhana yg mrk lakukan, diiringi dngn kebetulan-kebetulan & dukungan yg mengalir deras.
  • Setiap kisah kesuksesan bisnis&Kehidupan, selalu menggambarkan dukungan alam semesta yg aneh seperti itu.
  • Seringnya, dukungan deras itu justru berasal dari arah-arah yang tak pernah diperkirakan dan sangka.
  • Benar bahwa sungguh sangat penting untuk berpikir besar spt kata steve jobs, “to put a ding in the universe.”
  • Tp, apa yg kemudian sungguh-sungguh mengubah dunia ini adlah sesuatu yang sangat sederhana.
  • Dunia ini penuh ramai dengan kebisingan dr orang2 yg teriak ramai tntang hal2 yg tdk penting.
  • Hal-hal sampah yang yg makin menggunung & menyesakkan mata hati kita.
  • Sampah-sampah yang dikemas dengan bungkus yang mewah, glamor, indah dan menggoda iman.
  • Sampah-sampah yang diiklankan sebagai kebutuhan nomor satu & bukti kesuksesan tertinggi.
  • Sampah-sampah yg menggiurkan dan menjadikan kita konsumen rakus yg membeli hal-hal yang tak kita butuhkan.
  • Tengoklah sampah-sampah itu: sinetron kejar tayang. infotainment gosip. Politik kekusaan. iklan tnp kedalam makna.
  • Lawanlah kebisingan itu. Dengarlah suara lirih dlm hatimu. Lalu, berjuanglah sekeras mungkin untuk mengikutinya.
  • Perjuangkanlah ide2 yang kau yakini dan justru karena ditolak orang lain; justru karena dicemooh dan dijauhi.
  • Engkau, dan siapapun yg punya kemauan, bs menjadi bagian dr orang-orang besar yg dicatat oleh dunia dng tinta emas.
  • Tentu, selama engkau bersedia membayar ‘harga’-nya.
  • Selama engkau bersedia menggenggam erat ide2mu & memperjuangkannya sepenuh hidupmu; saat smua orng menentangmu.
  • Karena jika kau pegang terus kebenaran itu, tanganmu akan terbakar dan itu sunggung sakit luar biasa.
  • Namun, jika kau tak tahan memegangnya, lepaslah kebenaran itu dri tanganmu, dan datanglah kesesatan dalam hidupmu.
  • Membangun bisnis kreatif bukanlah skadar untuk mengumpulkan keuntungan, meningkatkan ROI / menyumbang devisa negara.
  • Tapi, untuk mengubah dunia. 
 Semoga Mengharukan ..... !!!!!!!

Model Truck Peterbilt 359 RC


Ada-ada saja Ide RC yang mereka kembangkan, coba selain bisa menarik sebuah mobil, Truck tersebut dapat berubah bentuk menjadi Optimus Prime wah malah seruu :))

Menjadi Gila. Atau Legenda.

Anda harus menemukan sesuatu yang sangat Anda cintai untuk mampu mengambil resiko, melompati rintangan dan tembok yang akan selalu diletakkan untuk menghalangi jalan Anda. Jika Anda tidak mempunyai perasaan membara seperti itu, maka Anda akan terhenti pada rintangan besar pertama.
Kisah mengenai bagaimana sebuah ide sederhana akhirnya membuat dunia yang kita tinggali ini menjadi tidak pernah sama lagi dengan sebelumnya, biasanya akan menjadi kisah yang inspiratif, menggugah kesadaran kita, menyalakan passion di hati kita yang terdalam, bahkan sampai menitikkan air mata.

Tapi biasanya juga: umur inspirasi itu tak panjang.

Beberapa saat setelah cerita itu berlalu dan kita mulai menggeluti lagi dunia dan segala permasalahannya sehari-hari, api itu pun memudar. Kesadaran itu menguap. Passion itu meredup dan padam. Kita pun menjelma kembali menjadi orang-orang biasa, orang-orang pada umumnya. Menjalani hidup dari pagi ke pagi lagi dengan jadual yang telah ditentukan, begitu-begitu saja melewati jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Tubuh kita berjalan, bergerak dan bekerja kesana-kemari memperjuangkan mimpi-mimpi di luar diri kita, sementara jiwa kita gersang, hati nurani tak lagi mendapat tempat tertinggi dalam tubuh yang lelah, dalam pandangan mata yang kosong tanpa daya.

Maka jumlah orang-orang yang bersedia memperjuangkan ide-idenya sepenuh hati sangatlah sedikit. Sebagian besar dari kita memilih menyerah di awal atau pertengahan perjalanan karena tak sanggup menanggung resiko untuk berbeda, untuk disalahpahami, untuk dicemooh, untuk dikritik dan difitnah. Mayoritas kita tak cukup kuat untuk menelan hinaan-hinaan itu, perlakuan yang merendahkan itu, sehingga memilih menukarkan inner voice (suara hati) itu dengan kenyamaan, ketenangan, ketentraman. Secara tak sadar, kita bahkan mulai ikut-ikutan mengatakan bahwa keajaiban yang dibawa oleh setiap ide baru adalah sesuatu yang tidak logis, tidak masuk akal, karena saat menjalaninya tanpa hasrat, kita pernah gagal dan menolak bangkit. Ide-ide itu terlihat terlalu tinggi dan sia-sia karena kita tak pernah serius memperjuangkannya.

Bahkan pun saat engkau telah berniat untuk mengubah dunia, lalu menghidupkan siang dan malammu untuk mengejar itu, belum bisa jadi jaminan bahwa engkau akan mencapainya di ujung umurmu.

Alam semesta ini punya mekanisme seleksi alam yang kejam tapi adil. Engkau yang tak sungguh-sungguh bersedia bersikap kejam pada dirimu sendiri untuk memperjuangkan terwujudnya ide-ide besar yang kau yakini, akan diperlakukan dengan kejam tanpa basa-basi oleh realitas, oleh hukum sebab akibat, bahkan oleh akal sehatmu sendiri.

Copy writing iklan dibawah ini sungguh menggetarkan hati:

Here’s to the crazy ones. The misfits. The rebels. The troublemakers. The round pegs in the square holes. The ones who see things differently. They’re not fond of rules. And they have no respect for the status quo. You can quote them, disagree with them, glorify or vilify them. About the only thing you can’t do is ignore them. Because they change things. They push the human race forward. While some may see them as the crazy ones, we see genius. Because the people who are crazy enough to think they can change the world, are the ones who do.
 
Lihat iklannya disini

Jenius adalah orang-orang yang mampu mempertanggungjawabkan kegilaannya. Dan jumlah mereka adalah minoritas. Tanpa kemampuan untuk mempertanggungjawabkan ‘keanehannya’, maka posisi orang-orang yang berbeda dan dianggap gila itu akan dipinggirkan, dijauhkan dari kehidupan sehari-hari yang normal karena dianggap pengganggu keharmonisan dan ketertiban.

Seringkali orang-orang besar yang mengubah dunia, melakukannya tanpa niat yang besar, mereka menggelinding begitu saja mengikuti kata hatinya, melakukan apapun yang mereka lakukan dengan suka cita lalu... Bummm!!!

Dunia pun berubah karena hal-hal sederhana yang mereka lakukan, diiringi dengan kebetulan-kebetulan dan dukungan yang mengalir deras dari arah yang tak pernah mereka perkirakan. Setiap kisah kesuksesan bisnis dan kehidupan, tidak lebih tidak kurang, menggambarkan dukungan alam semesta yang aneh seperti itu.

Kalau balik lagi ke beberapa puluh tahun silam saat fajar industri komputer menjelang, Apple Computer dan Microsoft-pun melewati fase yang sama. Juga Starbucks, lalu Google, Facebook, yang termutakhir Twitter.

tapi apa yang kemudian sungguh-sungguh mengubah dunia ini dengan kehadiran pemikiran dan tindakan kita adalah sesuatu yang sangat sederhana.

Dunia ini penuh dengan kebisingan dari orang-orang yang teriak ramai tentang hal-hal yang tidak penting, hal-hal sampah yang makin menggunung dan menyesakkan mata hati kita. Sampah-sampah yang dikemas dengan bungkus yang mewah, glamour, indah dan menggoda iman. Sampah-sampah yang diiklankan sebagai kebutuhan nomer satu dan bukti kesuksesan tertinggi. Sampah-sampah yang menggiurkan dan menjadikan kita konsumen rakus yang membeli hal-hal yang tak kita butuhkan.

Tengoklah sampah-sampah itu: sinetron kejar tayang, infotainment gosip, politik kekuasaan, iklan-iklan tanpa kedalaman makna, mereka yang mengaku membela agama tertentu sementara tingkah lakunya justru merusak apa yang dibelanya.

Lawanlah kebisingan itu. Dengarlah suara lirih dalam hatimu. Lalu berjuanglah sekeras mungkin untuk mengikutinya. Memperjuangkan ide-ide yang kau yakini justru karena ditolak orang lain, justru karena dicemooh dan dijauhi.

Engkau – dan siapapun yang punya kemauan – bisa menjadi bagian dari orang-orang besar yang dicatat oleh dunia dengan tinta emas. Selama engkau bersedia membayar ‘harga’nya. Selama engkau bersedia menggenggam erat ide-idemu dan memperjuangkannya sepenuh hidupmu.

Suatu hari kelak - saat waktunya tiba - engkau akan menjadi gila. Atau legenda.

"Kulihat Ibu Pertiwi... Sedang bersusah hati... Air matanya berlinang..."

Pagi tadi seorang teman mengomentari status saya di jejaring social mengenai sebuah Aspirasi tentang suara perubahan ..

sedikit pembicaraan saya dengan teman di jejaring social


Dan saya pun menjawab dengan jawaban yang sangat sederhana dan berharap bisa menjadi sebuah inspirasi untuk yang membacanya, dan Orang banyak berpendapat bahwa Indonesia punya masalah besar yang tak kunjung usai. Kesannya Indonesia tidak maju maju.

Begini saya tegaskan 

Indonesia adalah negara yang luar biasa.

Saya tahu karena saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.

Bukan karena saya baca.

Buku sekolahan akan memberi tahu hal yang sama bahwa Indonesia luar biasa.

Tapi berbeda sekali dengan benar-benar melihat keluarbiasaan itu.

Indonesia adalah negara yang tidak sempurna.

Banyak masalah, yang memang memalukan.

Banyak tanda tanya, yang mungkin tidak akan bertemu dengan jawaban.

Banyak kesalahan terutama di masa lalu, yang tidak pernah berhenti menghantui kita.

Wajar, kalau ada yang tidak suka dengan banyak hal dari Indonesia.

Namun apabila Anda tidak suka dengan Indonesia yang Anda lihat hari ini, tidak usah sedih.

Hasil yang kita rasakan hari ini adalah bukan karena kesalahan kita.

Tapi karena keputusan-keputusan yang diambil di masa lalu kita.

Mengubah hari ini, bisa jadi sudah terlambat. Pertanyaannya, maukah Anda jadi orang yang mengubah masa depan?

Maukah?

Atau Anda hanya mau jadi orang yang ngomel-ngomel saja?

menurut saya, salah satu masalah akut di negara ini adalah
“Malu jadi follower, tapi enggan jadi Leader”

Malu dibilang ikut-ikutan, tapi males untuk memimpin di depan.
Lalu? Nggak ke mana-mana.

Diam di tempat.

Sambil diam di tempat dia bertanya, “Kenapa Indonesia tidak maju-maju ya? Payah”
Tanpa menyadari dirinya sendirilah yang menjadikan negaranya “payah”

Sebenarnya, Indonesia itu persis seperti desa Galia yang ada di komik Asterix. Ingat kembali... bagaimana Desa Galia kerjanya beranteeeeeem mulu antar sesamanya. Pemicunya juga hal hal yang sepele... (saking sepelenya malah jadi lucu di komik tsb.) Gara-gara hal sepele itu, mereka lalu pukul2an pake gada, pake ikan, pake menhir, dll.. Tapi ketika Romawi dataaaang... Desa Galia itu bersatu padu dengan begitu kompak menyerang para musuh.

Selalu berakhir pada sebuah kemenangan.

Itulah juga Indonesia.

Sehari harinya, kita sibuk saling menghina, saling menyerang, tawuran antar sesama, saling makan, saling terjang.

Tapi ketika bom meledak dan teroris menyerang, kita bersatu.

Waktu Malaysia mencuri kebudayaan kita, kita bersatu.

Ketika korporasi busuk menyerang kebebasan berpendapat Mbak Prita, kita bersatu.

Kita sering tawuran antar suporter, tapi ketika negara seperti Oman, Korea Selatan, dll. 
berkunjung ke markas kita Gelora Bung Karno, bangsa Indonesia bersatu. Semuanya jadi satu identitas yang sama. INDONESIA.

“Musuh” kita hanya mereka yang memakai seragam dan mengibarkan bendera yang berbeda dengan kita.

Setiap kali kita ada musuh bersama, Indonesia bersatu.

Sudah saatnya kita menyadari bahwa sebenarnya, apapun yang terjadi di Indonesia,   

sesungguhnya kita selalu dan tidak pernah tidak cinta dengan Indonesia.

Mungkin selama ini ada yang tidak mau kita bersatu.

Mungkin ada yang selama ini takut kalau Indonesia menjadi negara adidaya.

Mungkin selama ini ada yang sebenarnya tahu apa yang negara kita bisa lakukan kalau kita bersatu.

Mungkin, sudah waktunya kita buktikan siapa diri kita sebenarnya.
Mungkin sudah waktunya kita mencuci bersih keburukan kita dengan mulai melakukan sesuatu untuk kebaikan Indonesia, BERSAMA-SAMA.

Ada cara untuk melakukan hal-hal hebat untuk kebaikan Indonesia.

3 hal yang akan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang hebat:
1. Kenali Indonesia-mu
2. Temukan passionmu
3. Berkaryalah untuk masa depan bangsamu

Ketiga poin di atas membutuhkan jiwa petualang.

Jiwa yang berani memasuki area area baru dalam kehidupannya.

Jiwa yang tidak akan membiarkan kesalahan membatasi niat untuk maju ke arah selanjutnya.

Jiwa orang yang mau untuk berjuang.

Jiwa orang yang mencari menang.

Usaha ini, bukan untuk dirasakan hasilnya hari ini.
Tapi untuk masa depan.

Kita semua, tidak akan sempat melihat masa depan itu.
Anak-anak kita yang akan melihat.

Tugas kita, adalah memastikan bahwa anak-anak kita punya sesuatu yang indah untuk dilihat, di masa depan.

Sederhananya: Anda hidup di jaman ini, karena anda ditakdirkan untuk berkarya dan membangun Indonesia menjadi lebih baik 

Terima kasih

Hiduplah Indonesia Raya.

The Social Network Movie

Pada permulaannya, The Social Network Movie adalah sebuah cerita tentang FaceBook, sebuah website yang dibuat di sebuah asrama Universitas Harvard

pada tahun 2004. Website tersebut merumuskan kembali bagaimana cara orang berkomunikasi dan berinteraksi di abad 21 yang serba canggih. Tetapi pada intinya film ini tidak hanya bercerita bagaimana website facebook dibangun, melainkan bagaimana meraih sebuah keberhasilan yang dipenuhi dengan perangkap kegagalan, egoisme dan keserakahan.

Film ini lebih banyak menggambarkan kisah-kisah nyata dari pada hanya sekedar bagaimana sebuah website social network dibangun. Banyak pemerhati film mengatakan, ada banyak karakter yang diciptakan di layar dan akan banyak diskusi yang menarik diantara mereka tentang ketepatan film ini dengan kisah nyata proses pembuatan website facebook.

 Bagus atau tidaknya film ini dalam menceritakan Sejarah Facebook, tergantung orang yang menontonnya. Lain lagi dengan cerita The Pirate of Silicon Valley yang menjadi official tidak resmi bagaimana Steve Jobs dan Bill Gates membangun Apple dan Microsoft. Film The Social Network kurang akurat jika dihubungkan dengan fakta asli bagaimana seorang Mark Zuckerberg membangun Facebook.


Awal Mula

Film ini diawali dengan adegan yang kuat, percakapan lima menit antara seorang remaja 19 tahun bernama Mark Zuckerberg dengan pacarnya. Zuckerberg, yang diperankan oleh Jesse Eisenberg, berbicara dengan topik yang berpindah-pindah secara cepat tanpa banyak memperhaitkan lawan bicaranya, kemudian dia beranjak meninggalkannya sambil berkata “Kencan denganmu sama seperti kencan dengan StairMaster“.

Sepanjang interaksi tersebut Zuckerberg menilai negatif pacarnya, mengatakan beberapa hal yang menyinggung, menghina latar belakang kehidupannya, kemampuan intelektual yang rendah serta prospek kehidupan dimasa mendatang. Setelah merasa cukup mengatakan hal-hal negatif, dia beranjak pergi sambil mengatakan kalau hubungan ini harus berakhir.
Adegan perkacapan 5 menit ini merupakan salah satu penambahan Sorkin yang dibuat untuk naskah film. Ben Mezrich, penulis buku The Accidental Billionaires memperkenalkan Mark Zuckerberg sebagai seorang yang mempunyai pemikiran intelektual yang tinggi, agak canggung dan sedikit punya sifat anti sosial di lingkungannya.

Hal ini juga yang akan menjadi motif dibalik proyek pembuatan FaceMash, cikal bakal dari FaceBook. Dengan facemash, mahasiswi di Universitas Harvard bisa melihat dirinya sendiri, apakah termasuk siswa yang populer di kalangan yang lain atau tidak. Mark membawa ciptaanya tersebut ke universitas, membuatnya punya masalah dengan pihak administrasi di kampus serta membuatnya menjadi mahasiswa yang terasing.


The Winklevosses (keduanya diperankan oleh Armie Hammer) dan temannya Divya Narendra berencana membuat situs jejaring sosial untuk semua mahasiswa Universitas Harvard. Mereka kemudian setuju untuk segera membuatnya.

Di benak Zuckerberg, ia ingin membuat situs jejaring sosial yang lebih besar, dan ide tersebut adalah faceBook. Bersama dengan sahabat karibnya Eduardo Saverin yang juga seorang investor (diperankan oleh Andrew Garfield) Mark Zuckerberg membangun facebook.

Semakin hari, Mark bersama teamnya melakukan berbagai macam promosi agar facebook lebih dikenal oleh kalangan ramai. Salah satu hal yang menarik, saat awal promosi, facebook lebih banyak diperkenalkan di kalangan pendidikan seperti sekolah maupun universitas. Fokus mereka adalah mengajak semua orang yang punya email dengan domain dot EDU (eduation yang biasa dipakai oleh universitas) menjajal kemampuan dari facebook.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme
--- Percayalah pada keyakinan yang terdalam di hatimu. Lalu berjuanglah sekeras mungkin untuk mengikutinya.--- Kesuksesan adalah bagaimana memahami yang tak dipahami logika, dan mengikuti keyakinan kita yang terdalam. Tuhan sudah tak sabar ingin menemui para pemenang yang babak belur dengan hadiah utama-Nya yang tak main-main. Jangan menoleh ke belakang, jangan berbelok, teruslah melangkah maju ---