Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan

Syukurlah, Harga BBM Jadi Naik

SAYA adalah salah seorang yang bersyukur atas kenaikan harga BBM. Bukan karena saya orang kaya, atau orang yang tidak ikut susah atas dampak kenaikan itu. Saya adalah bagian dari Anda, pihak yang menjadi makin sengsara. Bukan cuma karena harga BBM, melainkan karena hidup di negara yang gaduh seperti ini.

Saya bersyukur karena kemarahan semata. Anehnya, kemarahan ini bukan terhadap pemerintah. Karena terhadap pemerintah, saya sudah tak punya kemarahan lagi.

Semua jenis perasaan mulai dari sebal, mual, hilang akal hingga kalap, sudah saya habiskan. Tapi pemerintah toh tetap seperti sediakala. Mereka lebih sibuk melayani kemarahannya ketimbang melayani kemarahan rakyat.

Jadilah saya pihak yang patah hati dan menolak  berbagi rasa lagi kepada pihak yang juga sudah menutup hati. Saya memilih marah pada masyarakat saya sendiri yang barangkali masih jauh lebih sehat dibandingkan dengan pemerintahnya.

Saya marah pada arak-arakan anak sekolah yang meski BBM mahal tetap saja membuat arak-arakan pesta lulusan.

Bahkan malah ada seorang siswa yang merayakan pesta kelulusan itu dengan cara ngebut sambil mabuk dan akhirnya menabrak orang hingga mati. Anehnya lagi, anak itu sudah lebih dulu berpesta tanpa tahu apakah saat itu ia lulus atau tidak.

Kelakuan semacam ini jelas sama spektakuler dengan ulah pejabat yang korup di tengah kemelaratan rakyatnya.

Tentu, saya pernah berterima kasih pada pemerintah ketika BBM dibuat murah. Demi kepentingan rakyat banyak, pemerintah mengeluarkan subsidi.Tapi apa jadinya ketika solar-solar yang telah dibikin murah itu ternyata malah diselundupkan ke luar negeri, diborong oleh pengusaha secara gelap dan menjadi permainan oknum Pertamina.

Saya tidak cuma marah, tapi juga terancam depresi oleh praktek-praktek semacam ini.

***



 

















MAKA di balik keputusasaan itu, sudahlah,
naikkan saja harga BBM itu setinggi engkau mau. Memang
kami akan tambah sengsara, tapi minimal kami
tidak sengsara dua kali. Kami tidak menderita sambil
melihat orang lain menari di atas penderitaan
kami. Kami bisa jadi kuat menahan lapar, tapi mana kami
kuat melihat ketidakadilan di sekitar kami.

Ayo buktikan, jika kenaikan BBM itu memang demi
keadilan, demi menuju keadaan yang lebih baik,
jangan takutkan penderitaan rakyat bawah. Rakyat
yang di bawah itu kuat, sangat kuat.

Mereka yang berimpit di pengap bus kota, yang
berjejalan di angkutan kota, adalah orang-orang yang
menjadi sangat kuat karena biasa tak memiliki
apa saja. Bahkan kematian itu adalah soal yang mereka
bayangkan sebagai biasa-biasa saja.

Yang tidak kuat adalah kaum kelas menengah
gadungan yang manja itu. Yang biasa menghamburkan
bensin di jalan-jalan tanpa alasan yang jelas.
Yang panik adalah para keluarga yang sok itu. Yang
khawatir dianggap bukan keluarga sukses jika
tidak memberikan satu anak satu mobil. Pihak tidak
pernah memberikan cukup apresiasi tentang
keadaan bangsanya, tentang etika sosial di jalan raya.

Maka jalanan di Indonesia, negeri miskin ini,
sesak hanya oleh mobil-mobil pribadi. Maka berapa pun
harga bensin dinaikkan, tetap saja akan penuh
penghambur bensin yang berapa pun harga bensin
dinaikkan, tetap saja akan penuh oleh penghambur
bensin yang memang tak pernah diperkenalkan
pada budaya menahan diri itu.

Lebih hebat lagi, berapa di antara para
penghambur itu yang mengongkosi gaya hidupnya dari duit hasil
korupsi bapaknya? Wahai maafkan kami. Kenyataan
ini benar-benar mendorong kami untuk terpaksa
berburuk sangka, sesuatu yang semestinya tidak
diajarkan agama.

Tapi bukti di jalan-jalan itu? Bukti gaya hidup
itu? Ayolah. Mari berhenti memperburuk keadaan yang
sudah terus-menerus dibikin buruk oleh kekuasaan
ini.

Sudah saatnya masyarakat lebih matang daripada
pemerintahnya. Bisa jadi gaya ini tidak lazim. Tapi
kenapa harus menunggu kelaziman jika ia tak
diperlukan lagi. Apalagi yang engkau bisa tunggu dari
pihak yang cuma sibuk bertengkar melulu itu?

Biarlah BBM sejenak menjadi mahal. Kita lihat,
apakah pemerintah jujur dalam hal ini. Biarlah sekali
lagi kesempatan itu kita beri, walau kesempatan
yang telah kita berikan berkali-kali selalu mereka
khianati.

Karena kenapa solar diselundupkan ke luar
negeri? Karena di negeri yang kaya pun bahan bakar itu
diharga lebih mahal. Pesan dari itu semua adalah
betapa mereka adalah bangsa yang sejak awal diajari
bersikap rasional, berpikir, dan hidup secara
efisien.

Hidup dan berpikir secara efisien itulah salah
satu kegagalan yang sekarang kita miliki. Jadi tidak cuma
gaya hidup, berpikir pun kita sering keliru.

Lihat saja semisal seorang pejabat diperiksa
sebagai tersangka. Apa katanya? ''Ini manuver politik!''
Siapa saja dari kita yang sedang jadi tersangka
selalu terdorong menjadi cengeng, menghiba-hiba, dan
menuduh orang lain sekadar jahil, sentimen, dan
dendam.

Orang semacam itu tak pernah berlatih siap,
apakah ia memang pernah membuat kejahatan seperti apa
yang disangkakan kepadanya. Inilah yang disebut
sindrom analisis wacana itu, yang orang pintar
menyebutnya sebagai discourse analysis.

Inilah gaya berpikir yang bertolak dari apa yang
sebaiknya aku lakukan, bukan dari apa yang
sesungguhnya telah aku lakukan.

Dalam bergaya hidup juga seperti itu. Kita
adalah bangsa miskin yang ditenteramkan oleh stabilitas
politik semu dan harga-harga yang murah yang
juga semu.

Inilah konsep kenyamanan singkat yang membuat
kita salah paham: miskin tapi ge-er sebagai kaya,
sengsara tapi sok menjadi orang berpunya.
Padahal dari manakah semua kenyamanan palsu itu
dibiayai? Dari utang.

Giliran masa menyaur tiba, jadilah kita kembali
pada derajat yang sesungguhnya. Remuk luar dalam.

Jadi, kenapa tak kau syukuri bahwa kenaikan BBM
ini adalah ilham yang sanggup mengembalikan kita
pada kesadaran semula sebagai pihak yang miskin.

Berat memang, karena kita pernah tertipu sebagai
orang berada dan hidup dengan cara orang berada.
Tapi ayo cobalah. Lagi-lagi jangan risaukan niat
pemerintah.

Sekali lagi jika ia tak jujur, pemerintah
semacam itu akan tumbang dengan sendirinya. Tapi sadarilah,
lepas dari jujur atau tidak, memerintah di zaman
seperti ini sungguh penuh dilema. Maka, mari kita
kembali pada kebiasaan rakyat yang biasa,
sebagai pemungut hikmah dari keadaan yang
bagaimanapun susahnya. Itulah cuma satu-satunya
kekuatan kita yang masih tersisa.


Semoga dgn membaca artikel ini bisa menggugah nurani kita utk ikut berpartisipasi dlm hal mensikapi kenaikan BBM ini ke dlm hidup kita sehari-hari.

Semoga bisa membuat kita "lebih bijaksana" dalam menggunakan bahan bakar ini.

 SEMOGA MENGHARUKAN !!!

OTAK Oplosan "Pemikiran"


Saya masih berfikir dengan apa yang ada di otak ini, tentang sebuah Teori Kenyataan dan logika kecemasan, yang saya lihat disekitar saya akir2 ini, dan hal tersebut malah membuat saya seperti BATMAN diantara SUPERHERO teman-temannya, yang rata-rata memiliki kekuatan SUPER, tetapi ketika saya melihat diri, seolah saya terdampar sendirian ditengah pulau, jauh dari kesan yang diharapkan, Seperti dibawah ini adalah hal2 yang sering saya pertanyakan, diskusikan, tertawakan, pikirkan bahkan menjadi riset hidup untuk mundur sejenak mengatur nafas

  • Ketika ikhtiar perubahan mulai dijlankan, mereka dituduh gila dan diasingkan.
  • Steve Jobs ditertawakan saat memutuskan kembali ke Apple untukmenylmatkan perusahaan itu diri kebngkrutan.
  • Padahal, Apple pulalah yg menendang Steve Jobs 11 tahun sebelumnya.
  • Columbus juga dicap gila saat mengatakan akan memutari bumi dngan kapal layar.
  • Wright bersaudara saat memlai eksperimennya membuat pesawat terbang jg diejek-ejek dan tak dianggap.
  • Semua yg mengubah dunia mengawalinya dr sesuatu yg asing, yg blm pernah ada sebelumnya.
  • Passion itu meredup & padam. Kita pun menjelma lagi menjadi orang biasa; orang pada umumnya.
  • Kita pun lagi-lagi, menjalani hidup dari pagi ke pagi lagi dengan jadwal yg telah ditentukan. begitu terus setiap hari.
  • Kita pun kagum dengan cerita-cerita itu. Ingin juga jadi seperti itu.
  • Namun, saat cerita itu berlalu dan kt pun menggeluti lagi dunia nyata, api semangat itu memudar.
  • Tubuh berjalan, bergerak ke sana kemari, tapi hati gersang, nurani lelah, dan pandangan mata kosong tanpa daya.
  • Oleh itulah, mengapa kita mendapati bahwa jumlah org yg bersedia memperjuangkan idenya sepenuh hati sangatlah sedikit.
  • Sebagian dari kita memilih mnyerah di awal/pertengahan prjalanan sbb, tak sanggup menanggung resiko sbg manusia “berbeda”.
  • Untuk disalahpahami, dicemooh, dikritik, dan difitnah.
  • Mayoritas kita tak cukup kuat untuk menelan hinaan itu. Shngga memilih menukarkan inner voice dengan knyamanan melenakan.
  • Lalu, secara tak sadar, kita mengikut mengatakan bhw keajaiban yg dibw setiap ide baru adalah sesuatu yg tidak logis.
  • Hanya dikrenakan saat menjalaninya tanpa hasrat, kita pernah gagal & mengolah bangkit.
  • Ide-ide itu terlalu tinggi & sia-sia krn kita tak pernah serius memperjuangkannya.
  • Bahkan saat berniat mengubah dunia, & mnghidupkn siang-malammu untuk mewujdkanya, tak ada jaminan kan tercapai diujung umurmu.
  • Engkau yg tak sungguh2 bersedia bersikap kejam pd dirimu sndri untuk memperjuangkan idemu, realitas kan mengejamimu.
  • Kecuali jika engkau termasuk orang-orang jenius, yang setahu saya, bukanlah merupakan keturunan.
  • Because the pople who are crazy enough to think they can cange the world, are the ones who do. – Steve Jobs
  • Jenius adalah orang-orang yg mampu mempertanggungjawabkan kegilaannya. Dan jumlah mereka adalah minoritas.
  • Tanpa kemampuan untuk mempertanggungjwbkan kegilaannya, posisi orang-orang yang berbeda akan dipinggirkan & dikucilkan.
  • Mengapa? Karena orang-orang normal menganggapnya sebagai pengganggu keharmonisan dan ketertiban.
  • Seringkali orang-orang besar yg mengubah dunia melakuknnya tnp niat yg besar. Mereka menggelinding bgt saja mengikut kata hati.
  • Mereka melakukan apapun yang mereka lakukan dengan suka cita, lalu…. bumm!
  • Dunia pun berubah krn hal-hal sederhana yg mrk lakukan, diiringi dngn kebetulan-kebetulan & dukungan yg mengalir deras.
  • Setiap kisah kesuksesan bisnis&Kehidupan, selalu menggambarkan dukungan alam semesta yg aneh seperti itu.
  • Seringnya, dukungan deras itu justru berasal dari arah-arah yang tak pernah diperkirakan dan sangka.
  • Benar bahwa sungguh sangat penting untuk berpikir besar spt kata steve jobs, “to put a ding in the universe.”
  • Tp, apa yg kemudian sungguh-sungguh mengubah dunia ini adlah sesuatu yang sangat sederhana.
  • Dunia ini penuh ramai dengan kebisingan dr orang2 yg teriak ramai tntang hal2 yg tdk penting.
  • Hal-hal sampah yang yg makin menggunung & menyesakkan mata hati kita.
  • Sampah-sampah yang dikemas dengan bungkus yang mewah, glamor, indah dan menggoda iman.
  • Sampah-sampah yang diiklankan sebagai kebutuhan nomor satu & bukti kesuksesan tertinggi.
  • Sampah-sampah yg menggiurkan dan menjadikan kita konsumen rakus yg membeli hal-hal yang tak kita butuhkan.
  • Tengoklah sampah-sampah itu: sinetron kejar tayang. infotainment gosip. Politik kekusaan. iklan tnp kedalam makna.
  • Lawanlah kebisingan itu. Dengarlah suara lirih dlm hatimu. Lalu, berjuanglah sekeras mungkin untuk mengikutinya.
  • Perjuangkanlah ide2 yang kau yakini dan justru karena ditolak orang lain; justru karena dicemooh dan dijauhi.
  • Engkau, dan siapapun yg punya kemauan, bs menjadi bagian dr orang-orang besar yg dicatat oleh dunia dng tinta emas.
  • Tentu, selama engkau bersedia membayar ‘harga’-nya.
  • Selama engkau bersedia menggenggam erat ide2mu & memperjuangkannya sepenuh hidupmu; saat smua orng menentangmu.
  • Karena jika kau pegang terus kebenaran itu, tanganmu akan terbakar dan itu sunggung sakit luar biasa.
  • Namun, jika kau tak tahan memegangnya, lepaslah kebenaran itu dri tanganmu, dan datanglah kesesatan dalam hidupmu.
  • Membangun bisnis kreatif bukanlah skadar untuk mengumpulkan keuntungan, meningkatkan ROI / menyumbang devisa negara.
  • Tapi, untuk mengubah dunia. 
 Semoga Mengharukan ..... !!!!!!!

Model Truck Peterbilt 359 RC


Ada-ada saja Ide RC yang mereka kembangkan, coba selain bisa menarik sebuah mobil, Truck tersebut dapat berubah bentuk menjadi Optimus Prime wah malah seruu :))

Menjadi Gila. Atau Legenda.

Anda harus menemukan sesuatu yang sangat Anda cintai untuk mampu mengambil resiko, melompati rintangan dan tembok yang akan selalu diletakkan untuk menghalangi jalan Anda. Jika Anda tidak mempunyai perasaan membara seperti itu, maka Anda akan terhenti pada rintangan besar pertama.
Kisah mengenai bagaimana sebuah ide sederhana akhirnya membuat dunia yang kita tinggali ini menjadi tidak pernah sama lagi dengan sebelumnya, biasanya akan menjadi kisah yang inspiratif, menggugah kesadaran kita, menyalakan passion di hati kita yang terdalam, bahkan sampai menitikkan air mata.

Tapi biasanya juga: umur inspirasi itu tak panjang.

Beberapa saat setelah cerita itu berlalu dan kita mulai menggeluti lagi dunia dan segala permasalahannya sehari-hari, api itu pun memudar. Kesadaran itu menguap. Passion itu meredup dan padam. Kita pun menjelma kembali menjadi orang-orang biasa, orang-orang pada umumnya. Menjalani hidup dari pagi ke pagi lagi dengan jadual yang telah ditentukan, begitu-begitu saja melewati jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Tubuh kita berjalan, bergerak dan bekerja kesana-kemari memperjuangkan mimpi-mimpi di luar diri kita, sementara jiwa kita gersang, hati nurani tak lagi mendapat tempat tertinggi dalam tubuh yang lelah, dalam pandangan mata yang kosong tanpa daya.

Maka jumlah orang-orang yang bersedia memperjuangkan ide-idenya sepenuh hati sangatlah sedikit. Sebagian besar dari kita memilih menyerah di awal atau pertengahan perjalanan karena tak sanggup menanggung resiko untuk berbeda, untuk disalahpahami, untuk dicemooh, untuk dikritik dan difitnah. Mayoritas kita tak cukup kuat untuk menelan hinaan-hinaan itu, perlakuan yang merendahkan itu, sehingga memilih menukarkan inner voice (suara hati) itu dengan kenyamaan, ketenangan, ketentraman. Secara tak sadar, kita bahkan mulai ikut-ikutan mengatakan bahwa keajaiban yang dibawa oleh setiap ide baru adalah sesuatu yang tidak logis, tidak masuk akal, karena saat menjalaninya tanpa hasrat, kita pernah gagal dan menolak bangkit. Ide-ide itu terlihat terlalu tinggi dan sia-sia karena kita tak pernah serius memperjuangkannya.

Bahkan pun saat engkau telah berniat untuk mengubah dunia, lalu menghidupkan siang dan malammu untuk mengejar itu, belum bisa jadi jaminan bahwa engkau akan mencapainya di ujung umurmu.

Alam semesta ini punya mekanisme seleksi alam yang kejam tapi adil. Engkau yang tak sungguh-sungguh bersedia bersikap kejam pada dirimu sendiri untuk memperjuangkan terwujudnya ide-ide besar yang kau yakini, akan diperlakukan dengan kejam tanpa basa-basi oleh realitas, oleh hukum sebab akibat, bahkan oleh akal sehatmu sendiri.

Copy writing iklan dibawah ini sungguh menggetarkan hati:

Here’s to the crazy ones. The misfits. The rebels. The troublemakers. The round pegs in the square holes. The ones who see things differently. They’re not fond of rules. And they have no respect for the status quo. You can quote them, disagree with them, glorify or vilify them. About the only thing you can’t do is ignore them. Because they change things. They push the human race forward. While some may see them as the crazy ones, we see genius. Because the people who are crazy enough to think they can change the world, are the ones who do.
 
Lihat iklannya disini

Jenius adalah orang-orang yang mampu mempertanggungjawabkan kegilaannya. Dan jumlah mereka adalah minoritas. Tanpa kemampuan untuk mempertanggungjawabkan ‘keanehannya’, maka posisi orang-orang yang berbeda dan dianggap gila itu akan dipinggirkan, dijauhkan dari kehidupan sehari-hari yang normal karena dianggap pengganggu keharmonisan dan ketertiban.

Seringkali orang-orang besar yang mengubah dunia, melakukannya tanpa niat yang besar, mereka menggelinding begitu saja mengikuti kata hatinya, melakukan apapun yang mereka lakukan dengan suka cita lalu... Bummm!!!

Dunia pun berubah karena hal-hal sederhana yang mereka lakukan, diiringi dengan kebetulan-kebetulan dan dukungan yang mengalir deras dari arah yang tak pernah mereka perkirakan. Setiap kisah kesuksesan bisnis dan kehidupan, tidak lebih tidak kurang, menggambarkan dukungan alam semesta yang aneh seperti itu.

Kalau balik lagi ke beberapa puluh tahun silam saat fajar industri komputer menjelang, Apple Computer dan Microsoft-pun melewati fase yang sama. Juga Starbucks, lalu Google, Facebook, yang termutakhir Twitter.

tapi apa yang kemudian sungguh-sungguh mengubah dunia ini dengan kehadiran pemikiran dan tindakan kita adalah sesuatu yang sangat sederhana.

Dunia ini penuh dengan kebisingan dari orang-orang yang teriak ramai tentang hal-hal yang tidak penting, hal-hal sampah yang makin menggunung dan menyesakkan mata hati kita. Sampah-sampah yang dikemas dengan bungkus yang mewah, glamour, indah dan menggoda iman. Sampah-sampah yang diiklankan sebagai kebutuhan nomer satu dan bukti kesuksesan tertinggi. Sampah-sampah yang menggiurkan dan menjadikan kita konsumen rakus yang membeli hal-hal yang tak kita butuhkan.

Tengoklah sampah-sampah itu: sinetron kejar tayang, infotainment gosip, politik kekuasaan, iklan-iklan tanpa kedalaman makna, mereka yang mengaku membela agama tertentu sementara tingkah lakunya justru merusak apa yang dibelanya.

Lawanlah kebisingan itu. Dengarlah suara lirih dalam hatimu. Lalu berjuanglah sekeras mungkin untuk mengikutinya. Memperjuangkan ide-ide yang kau yakini justru karena ditolak orang lain, justru karena dicemooh dan dijauhi.

Engkau – dan siapapun yang punya kemauan – bisa menjadi bagian dari orang-orang besar yang dicatat oleh dunia dengan tinta emas. Selama engkau bersedia membayar ‘harga’nya. Selama engkau bersedia menggenggam erat ide-idemu dan memperjuangkannya sepenuh hidupmu.

Suatu hari kelak - saat waktunya tiba - engkau akan menjadi gila. Atau legenda.

Ketika Tuhan Memanggilku

 

Inilah doaku kepada Tuhan
Dzat Maha Tinggi yang menciptakan diriku
Yang telah repot-repot menghidupkanku dari ketiadaan
Aku ingin meninggalkan dunia ini
Dengan cara yang sederhana
Yang biasa-biasa saja
Bolehlah sedikit heroik asal tidak merepotkan siapapun
Dan tidak menghabiskan banyak biaya

Aku ingin keluargaku melepasku ke liang lahat dengan bangga
Bukan bersedih dan larut dalam kedukaan yang panjang
Aku ingin mereka lebih tegar menjalani hidupnya sepeninggalku
Jika ada air mata tertumpah
Biarlah itu pertanda menyalanya sebuah semangat hidup baru
Untuk memulai segala sesuatunya dengan mandiri: tanpaku

Aku ingin
melihat bagaimana surga terbuka.
Dikuburkan di kuburan biasa saja seperti kebanyakan orang

Dan kalo ini adalah sebuah kematian, maka ini adalah kematian yang indah sekali. Gusti Tuhan memanggilku, dan aku harus pergi...Jangan panggil aku kembali!!’
 
Orang yang menggali kuburku sebaiknya dibayar dengan ongkos yang lebih dari biasanya untuk membantu kehidupan keluarganya

Semakin cepat jasadku dikuburkan, semakin baik buat semua
Semakin cepat tubuhku menyatu dengan tanah maka makin sejuklah jiwaku

Jika ada pelayat yang menyumbang uang maka akan diberikan pada mereka yang lebih membutuhkan
Karangan bunga sebaiknya ditukarkan buku dan alat tulis untuk dibagikan sebagai sarana belajar anak-anak yang membutuhkan

Yang paling kuharapkan hanyalah keikhlasan melepasku pergi dan doa tulus yang mengiringi perjalananku menghadap-Nya

Tidak perlulah ada peringatan 3, 7, 40 atau 1000 hari meninggalku
Biayanya lebih baik disumbangkan ke panti asuhan atau yang lebih membutuhkan saja
Mari kita belajar untuk menjalani hidup ini, supaya ketika tiba waktunya, kapanpun itu..Tuhan akan menemukan kita tetap dalam iman bagi Tuhan.
dan Selebihnya, biarlah kutanggung sendiri dosa-dosaku

Pada orang-orang terdekatku aku lebih senang mewariskan ilmu dan kebijaksanaan, bukan kekayaan
Jikapun suatu hari nanti Tuhan memberi kemurahan kekayaan yang berlebih

Aku tak ingin mewariskan banyak harta
Sebagian besar hartaku akan kusumbangkan pada mereka yang hidupnya sangat membutuhkan pertolongan
Keluargaku hanya akan menerima paling banyak 1/5 sisanya untuk modal hidup mereka selanjutnya

Mereka juga harus berjuang dengan kemampuannya untuk menciptakan kekayaannya sendiri
Dengan kematianku

Aku berharap orang bisa belajar untuk hidup jauh lebih baik daripada hidupku
Untuk tidak menggantungkan nasibnya semata-mata pada pihak lain


Di kuburku yang sederhana dengan sebuah nisan batu, aku ingin dituliskan kata-kata indah yang menjadi keyakinan hidupku:

Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin
Sehingga Tuhanpun akan berkonsultasi denganmu
Sebelum menentukan takdir-Nya untukmu


"Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

140211' Tak Sadarkan Diri

Beberapa hari yang lalu saya terkesima dengan curhat kecil seorang ibu tentang kesehatannya, ada beberapa keluhan sakit yang ia rasakan seolah-olah dia berusaha menjelaskan dengan detil   rasa sakitnya, saya pun hanya berkomentar apa adanya  tanpa memaknaiinya akan sebuah tanda, saya masih gak ngeeh, sampai akhirnya si ibu tersebut tidak sadarkan diri dengan Sakit yang teramat serius, Gegar Otak ringan yang dia alami ketika 6 th lalu kembali membuatnya tidak sadarkan diri dan terbaring di An intensive care unit (ICU). 

Sampai tulisan ini saya buat si ibu masih juga belum sadar dari keadaan koma, menurut informasi dokter yang merawat si ibu tersebut beliau mengalami ganguan Sistem saraf pusat (SSP) yang  merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis.

Saya gak tau apa yang ibu tersebut alami dalam "tidur nyenyak") *dalam dunia kedokteran, adalah suatu kondisi hilang sadar yang sangat dalam. Pasien koma tidak dapat dibangunkan, tidak memberikan respons normal terhadap rasa sakit atau rangsangan cahaya, tidak memiliki siklus tidur-bangun, dan tidak dapat melakukan tindakan sukarela., apakah beliau berjuang melawan sakitnya atau justru beliau tidak merasakan sakitnya..tetapi saya yakin ibu tersebut berjuang seperti halnya anak-anak beliau memperjuangkan kesehatan sang ibu dengan segala cara, (materi, tenaga, berdoa, berharap dll

Sementara disudut ruang tunggu itu, seorang bapak terpaku kosong yang tiada henti-hentinya berusaha mengetahui kabar terbaru dari si ibu yang ternyata adalah isterinya.. Semoga ibu adalah  seorang yang tidak mudah sekali menyerah. Tepatnya: tidak mungkin menyerah. Tapi pasrah adalah mempercayakan Tuhan dengan Kemahakuasaan-Nya menyempurnakan proses kesembuhan adalah harapan dari keluarga besar beliau.
 
Kadang kita merasa tak berdaya dalam menghadapi masalah yang hadir di kehidupan kita. Bisa jadi masalah sepele, sedang atau bahkan gawat. Banyak hal terjadi di luar kehendak kita, yang celakanya dalam pandangan awam: terasa begitu menghancurkan. Kita sering menudingnya sebagai ketidakadilan Tuhan. Kita tak bercermin ke dalam, kita menghancurkan cermin di luar diri kita. Kita meradang, menuding-nuding langit: berharap Tuhan mendengar bahwa kita sedang dipermainkan oleh takdirNya.
 
Saya hanya ingin berbagi. Tuhan tidak tidur atas semua derita kita ini. Masih banyak saudara kita yang lebih menderita daripada nasib terburuk yang kita alami. Pilihannya adalah Anda mau sedih dan mengurung diri di kamar mandi atau tabah menyongsong tantangan hidup dengan mata terbuka. Jika bencana hadir, seribu tangisan tak menolong.

Tapi iman kita pada Tuhan akan besar maknanya: bukan pada masalahnya tapi pada diri kita sendiri. Saat kita berbagi, maka Tuhanpun akan berbagi. Jika kita menolong sesama dengan ikhlas, Tuhanpun tak akan itung-itungan menurunkan pertolongannya.

Tuhan hadir menuruti persangkaan kita. Jika kita bilang Ia kejam, maka kejamlah Tuhan kita. Jika kita anggap tak penyayang, maka kesengsaraanlah yang kita terima. Daripada mengisi pikiran dengan persangkaan negatif, gimana kalo dibikin positif saja? Tetaplah bersyukur, meskipun bencana selalu hadir sebagai bagian takdir.. hidup kita akan baik-baik saja. Tuhan selalu sayang pada umatNya, selama kita percaya bahwa Ia sungguh menyayangi kita dari lubuk hatiNya. 

Buat Ibu dari teman/sahabat/kawan/*Terspecial "Mulan" Semoga cepat sembuh,,aq mendoakan ibu dari hatiku yang terdalam Seperti aq juga menyayangi ibuku.."berjuanglah bu..Tuhan Tau tapi Menunggu" Semoga keluarga diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi proses kesembuhan nya. semoga ... 

Mengenal Pluralisme


Untuk menggambarkan pluralisme di Indonesia, saya kira GusDur adalah sosok yang paling cocok. Kesan pluralisme pada desain ini di perkuat dengan pewarnaan yang "sangat menginspirasi"...bagi saya Gus Dur adalah sosok orang yang mampu menjaga tali silaturahim dengan semua tanpa pandang ras, agama atau golongan.  

Gus Dur juga bukan seorang ulama atau kyai yang hanya faham tentang ilmu agama karena ia juga adalah seorang yang sangat rasional terhadap ilmu-ilmu sosial dan satu hal yang tidak dimiliki orang lain pada Gus Dur adalah keberaniannya dalam mempertahankan apa yang ia yakini kebenarannya, meskipun harus berlawanan arus dengan banyak orang...Pluralisme dalam prespektif Gus Dur ada dua hal yakni, semua agama dipandang oleh Gus Dur sebagai pemersatu ideologi nasional bagi NKRI.

"Kita tidak perlu mencari sosok atau figur mirip Gus Dur karena tidak akan menemukan. Namun bagaimana kita melanjutkan pemikiran-pemikiran beliau terutama mengenai nilai pluralisme,"
Kita sebagai Generasi NKRI seharusnya semakin faham bahwa realitas masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang plural. REVOLUSI BUKANLAH yang dibutuhkan Indonesia. Indonesia sudah berjalan di jalur yang tepat, yang perlu kita lakukan adalah menjaga agar kita terus berjalan seperti ini. Dibawah Gus Dur, Indonesia jadi plural kembali. Saudara kita yang berdarah Cina hidup bebas hari ini berkat beliau. 
  
Dan Gus Dur, adalah presiden keempat Indonesia yang telah memberikan contoh. IInilah yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan potensi luar biasa dimasa depan, ini berarti, untuk maju, kita tidak perlu REVOLUSI, Kita sudah berjalan dengan benar, Yang kita perlukan adalah menggunakan KEKUATAN dan KEMAMPUAN yang hebat dari setiap individu di Indonesia ini untuk MENYEDIAKAN PILIHAN, MENYEDIAKAN PILIHAN untuk mempercepat laju kedewasaan dan kesejahteraan kita sebagai bangsa.


3 hal yang akan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang hebat:

1. Kenali Indonesia-mu
2. Temukan passionmu
3. Berkaryalah untuk masa depan bangsamu
 
 
 Semoga Terinspirasi dan Dan Hiduplah Indonesia raya ...!!!

KEBANGGAAN ITU BERNAMA NKRI !!!

Tema apa yang kalian pakai untuk badanmu hari ini? Partai politik, cinta, absurd, tren, simbol/agama, seragam kerja, merek terkenal, superhero atau hanya serangkaian warna dan pola.Terserah kalian. Itu pilihan kalian. Karena aku bukan guru kalian ataupun agama kalian, ataupun desainer kalian dan bahkan berhalamu.

Aku adalah jelmaan dari sebuah hal baik, perlawanan, pemikiran, ideology, charisma, dan tentunya, peradaban ini. Bisa dikatakan, aku terlahir dari gelombang ironi antara batasan utopia dan realita. Aku adalah tentang apa yang kalian coba pikirkan dan maknai. Abstrak, romantisme,destruktif, heroisme, dan egoisme.

Aku adalah pembual yang berbuih untuk sebuah cita-cita. Yang untuk ditemukan diantara puing-puing bangunan dunia yang sebentar lagi runtuh dan ribuan hantu-hantu yang bergentayangan mengisi kursi-kursi goyang tak bertuan. Aku adalah sebuah identitas di selembar kain hasil peradaban modern.


~ godhearthuman ~

 
AMANAT BERSAMA #INDONESIAUNITE 
  • Kami adalah generasi baru, pewaris sah Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Kami adalah generasi baru, yang percaya setiap kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru. Karena itu, 
  • kami akan berusaha untuk memutus rantai kekerasan melalui karya kemanusiaan di mana pun kami berada. 
  • Kami adalah generasi baru, yang percaya penuh dengan prinsip demokrasi, kemanusiaan, kesetaraan, dan saling menghormati. Karena itu, kami menolak segala bentuk diskriminasi. 
  • Kami adalah generasi baru, yang akan membangun sebuah bangsa dan negara yang bermartabat dan terhormat, mampu mempersatukan Indonesia, melindungi hak-hak individu, berdiri di atas semua golongan, serta memuliakan manusia-manusia yang menjadi rakyatnya.
“Amanat Bersama” ini diproses melalui  Wiki yang berjalan sejak 9 Agustus 2009 sampai dengan 14 Agustus 2009. Amanat Bersama ditulis/edit oleh lebih dari 2500 pemuda di seluruh Indonesia. 


Sebagian dari kita bilang bahwa kita sudah merdeka. Sebagian lagi tidak. Indonesia yang kaya raya namun banyak hutang., pegawai negara yang memperkaya diri sendiri, politisi komedian, selebritis yang berpolitik, hakim mafia peradilan, orang kaya yang suka membikin portal dan memperkerjakan satpam di komplek rumahnya, para pengendara sepeda motor yang suka mengambil jalan di trotoar untuk jalan pejalan kaki, demonstran yang mengatasnamakan agama, teroris pengantar bunga, atau mahasiswa yang suka tawuran, membuat segala hal di Indonesia yang (katanya) merdeka ini sulit untuk didefinisikan. 

Atau barangkali, konsep memerdekan tanah air, sudah berubah menjadi memerdekan diri sendiri untuk kepentingan diri sendiri sehingga Indonesia menjadi bangsa yang dikuasai para perompak yang tak pernah mau memikirkan orang lain kecuali gerombolannya sendiri. Menjadi sesuatu yang ironis ketika ternyata setelah 63 tahun berdaulat, Indonesia hanyalah sesuatu yang naif untuk dibela. 

Tetapi inilah Indonesia kita. Mari kita benahi, sekarang giliran kita, bukan mereka para penguasa yang di atas sana. Kita, bagian dari sesama, yang hidup fana, di sebuah masa, di sebuah tempat, dan tak pernah bisa ditiadakan dengan hukum dan senjata.


(diolah dari tulisan Budiarto Shambazy dan Goenawan Mohamad)

Ayam = Inspirasi GK ??

Ayam.
Binatang berkaki dua, berbulu, punya sayap tapi tidak bisa terbang. Mungkin ini adalah binatang paling populer di dunia.
Dari ayam kampung sampe broiler
Dari kate sampe jemani
Dari Ny. Suharti sampe KFC
Dari jago sampe babon
Dari taliwang sampe teriyaki
Dari rica-rica sampe nugget
Dari suwiran di besek kendurian sampe sajian gala dinner
Dari angkringan sampe hotel bintang 5
Udah gitu, si ayam berhasil menjadi peran utama dlm ”chicken little”, produk animasi dr sebuah perusahaan film raksasa yg ga cuma beredar lokal. Si ayam pun mendadak seleb, bisa disejajarkan dgn Om Cruise, Mas Pitt, Mbak Jolie, ato Tante Roberts.. walopun masih cakepan Keanu Reeves si.. he3.. Dian sastro aja belom go internasional lo! Kalah sama ayam dnk..
Selain itu, si ”ayam” sering digunakan sbg idiom. Seperti :

Ayam kampus
Kenapa bukan ”angsa kampus”? Secara fisik, angsa jauh lebih cantik daripada ayam yg blorok2, bau, dan suka mandi di tanah. Angsa jauh lebih anggun lo… lebih berkepribadian gitu.. mungkin pernah sekolah di tempat kursusnya Om Powell.

Ayam jantan dari timur
Kenapa bukan ”macan jantan dari timur”? Macan kan jauh lebih kuat, lebih serem. Nah, klo ayam, apanya yg nyeremin? Ya kecuali ayam yg lagi bertelor sih, kadang galak tu..
Jagoan
Istilah yg digunakan utk menunjukkan kata ”hebat”. Lha, kenapa bukan ”gajahan” ato ”singaan” ya? Jago keinjek gajah ato dipeluk singa jg keok. Ga sampe 5 menit deh, pasti udah mengucap ”selamat tinggal pada dunia”
Memaki orang pun bisa pake kata ayam, seperti ”Dasar chicken lu!” yg biasanya digunakan sbg makian ato ejekan trhdp org yg dianggap pengecut. Nah, ini nih… klo dalam hal maki-memaki, kayanya si ayam punya temen yaitu si anjing. Biar gimanapun jg, memaki bukanlah kebiasaan yg baik. Jadi, mo ayam, anjing, kadal, bebek, gajah, jangan gunakan kata apapun utk memaki. Ingat, Tuhan sayang orang yg sabar.. hohohoooo… seperti saya tentunya 
Mungkin kita perlu belajar dari ayam. Liat dnk, apapun yg dimilikinya selalu berguna. Dari bulunya yg sering bwt hiasan, dagingnya bwt lauk, telornya yg bahkan disebut tanpa mencatut namanya (telor ”mata sapi” bukan ”mata ayam”), bahkan sampe pup-nya pun bisa bwt pupuk. Suatu ketika klo si ayam mati pun, berjuta2 tahun kmdian bangkainya bisa berubah jd minyak bumi. Huaaaahhaa.. mikirnya kejauhan kali ya..
So, apakah Tuhan mendatangkan kita ke dunia ini dgn membawa suatu manfaat? Ato Cuma sekedar bwt pelengkap, sekedar menuh-menuhi bumi yg emang udah penuh aja?

Motivasi Dari Tokoh Dunia

Swarmi Sivanada
Jika Anda selalu berpikir tentang Kegagalan, maka Anda akan mendapatkannya. Milikilah Pikiran positif dan kuasailah Pikiran Anda dengan Rasa Percaya Diri dan Keyakinan. Inilah cara untuk mempertegas tindakan, Cara untuk memperkaya prestasi dan Cara menghidupkan pengalaman.

Johann Wolfgang Von Goethe
Orang Harus berjuang untuk mendapatkan apa yang diinginkan tetapi tidak ditemukan pejuang tanpa kesalahan dan kegagalan.

Anthony Robbins
Kesuksesan merupakan hasil dari keputusan matang, dan kematangan itu biasanya dihasilkan dari pengalaman yang terkadang penuh kegagalan.

George B. Shaw
Ketika Anda melakukan sesuatu dan gagal, maka kegagalan itu bukan saja akan membuahkan kesuksesan tetapi yang pasti kegagalan itu lebih berguna ketimbang anda tidak melakukan apapun.

Nine of the most beautiful Gift

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat dan tak perlu membeli. Sembilan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau sms. Namun dengan berada disampingnya, Anda &dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

2. MENDENGARKAN
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kepedulian.

3. KERENDAHAN HATI
Untuk bisa mendengar denga baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relax dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatapwajahnya, tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepatsetelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian, sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis.

4. DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya ruang, terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

5. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, Kau bebas berbuat semaumu. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

6. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau lebih cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah.

7. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini coba hadiahkan tanggapan positif, nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkan Anda memujinya. Kedua hal ini, ucapan terima kasih dan pujian dan juga permintaan maaf adalah kado cinta yang sering terlupakan.

8. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran, apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado kesediaan mengalah. Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telah datang memenuhi janji, tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah sudah dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

9. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman?


----------------------------------------------

Catatan:
Dapat tulisan ini dari temen di milis, saya posting disini tanpa diedit. Mungkin Anda merasa tulisan di atas tidak heroik, biasa-biasa aja ato udah pernah membaca. Bagaimanapun, Anda perlu membacanya sekali lagi. Memasang tulisan ini adalah upaya saya untuk berbagi hal-hal baik. Saya tidak tahu siapa penulisnya, yang saya tahu dia orang baik. Sometimes, kebaikan itu memang nampak kuno dan tidak keren. I take that risks so we can learn together about good things in our live

Kita Tidak Perlu Berkorban

Untuk sukses dan bahagia, atau dalam level yang lebih rendah misalnya kaya raya - menurut saya - kita tidak perlu mengorbankan apapun. Tidak perlu berkorban uang, waktu apalagi perasaan. Tidak perlu ngoyo alias membanting tulang. Tidak perlu menderita, tidak perlu susah hati, tidak perlu kecapekan setengah mati.

Ini serius. Dan mudah sekali penerapannya. Kita tidak perlu berkorban atau memposisikan diri sebagai korban. Karena rasanya pasti berat sekali di hati, atau lebih repot lagi kita jadi merasa sok pahlawan. Kata beberapa buku self help, konsep untuk mengawali sukses adalah berpura-pura sukses. Saya tidak mengatakan salah, tapi - sekali lagi menurut saya - kurang pas. Karena kita tidak perlu berpura-pura sukses. Berpura-pura bahagia. Berpura-pura apapun agar terlihat sempurna hidupnya.

Ini yang saya yakini: kita ini diciptakan Tuhan sudah sukses dari sejak lahir. Tak peduli anak milyarder atau anak gelandangan, seorang bayi bisa tertawa bahagia. Ketika kita memberikan sebagian harta titipan kita pada saudara kita yang lebih membutuhkan: itu bukan berkorban. Itu kewajaran. Tidak perlu dimaknai berlebihan. Ada konsep berbagi yang sangat indah: saat kesulitan datang dan kita memerlukan pertolongan Tuhan, kita harus menolong saudara kita yang lebih sulit hidupnya. Mendahulukan kepentingan orang lain saat kita juga perlu: itu bukan berkorban. Itu hal biasa saja, memang hukum alamnya begitu. Kita nikmati saja.

Kita sudah bahagia kemarin. Kita bahagia hari ini. Besokpun kita tetap bahagia. Karena kebahagiaan tidak tergantung pada sedih atau senang. Kebahagiaan tidak tergantung pada hal-hal apapun di luar diri kita. Kebahagiaan ada di dalam hati dan 100% akan mengikuti keinginan kita. Dalam situasi bencana terdahsyatpun, seseorang bisa bahagia saat diberikan kesempatan hidup meskipun luka-luka.

Saudaraku yang sekarang berada di rumah sakit menunggu kesembuhan datang, bersyukurlah sekarang jangan menunggu nanti saat pulang ke rumah. Saudaraku yang dijauhi harta benda sampai susah makan, bersyukurlah sekarang jangan menunggu kenyang. Saudaraku yang dikejar-kejar penagih hutang sampai susah tidur, bersyukurlah sekarang jangan menunggu pelunasan. Saudaraku yang berada di balik terali besi karena difitnah, bersyukurlah sekarang jangan menunggu saat dibebaskan. Jangan boroskan sedetikpun hidup kita untuk tidak bersyukur.

Syukur adalah pintu bahagia. Bahagia tak butuh syarat-syarat. Tak butuh apapun. Hidup kita ini punya Tuhan, kita tak akan rugi apa-apa. Berikan seluruh hidup kita pada Allah, kita tak rugi apa-apa. Matipun tak ada yang kita bawa. Jasad kita akan jadi tanah untuk akhirnya sirna. Buat apa merasa kehilangan karena hakikatnya kita memang tidak pernah memiliki apapun. Apa saja yang sedang dipercayakan Tuhan pada kita: kita syukuri sepenuhnya. Kita nikmati kebahagiaannya.

Yang mengajari saya nilai-nilai ini adalah seorang anak berumur sekitar 10 tahun namanya Puguh. Kisahnya pernah ditayangkan di Trans TV di acara Kejamnya Dunia, siang hari 7 Juni kemarin. Sayangnya saya cari infonya di internet belum ketemu. Di situs Trans TVpun gak ada.

Dia menjalani hidupnya dengan senyum, saat diwawancara mukanya yang tampan bercahaya, seringkali tertawa memperlihatkan gigi putihnya yang berderet rapi. Hidup di desa dalam keluarga yang kekurangan, Puguh kecil langsung belajar jalan. Dia tidak pernah melewati fase merangkak. Sekarang dia menggembala sapi dan menjemur beras sendiri. Pake baju sendiri. Makan sendiri. Karena di rumahnya belum ada pancuran air, saat ini dia belum bisa mandi sendiri. Karena dia masih harus belajar memegang gayung.

Sedangkan Tuhan menakdirkannya hidup tanpa dua tangan sejak lahir.

Tapi Puguh bahagia, bukan pura-pura bahagia. Sayapun Terharu. Sungguh-sungguh menangis.

Saat Mengatakan Tuhan tahu tapi Menunggu. (The Godfather)

Selama  sehari ini, saya Bingung karena tidak ada yang saya lakukan: akhirnya niat menikmati film Godfather Part I, II, III. Total 9 CD terlaksana.  yang berawal dari pertanyaan sederhana: saat semua orang membicarakan film lama ini dan begitu banyak bintang besar plus sutradara sekelas Francis Ford Coppola ada di dalamnya, pastilah ini bukan film biasa. Dan walah.., saya belum menontonnya. Yang kedua, saya sedang mencari satu model pembelajaran tentang kepemimpinan.
Setelah hampir berbulan-bulan pencarian tanpa hasil, malam itu di sebuah rental di saya menemukannya, lengkap 3 seri. Dan kuliahpun dimulai: start Menjelang Sore hari sampai Dini hari tiba, Dan Thank God: film ini secara utuh mampu memberi deskripsi tentang warna-warni perjalanan hidup anak manusia dari lahir, tumbuh dewasa, sampai maut menjemput. Dengan karakter yang kuat dari para pemerannya serta skenario dan plot yang begitu natural: rasanya inilah film terbaik yang pernah saya tonton seumur hidup saya.

Ok deh, mungkin saya berlebih-lebihan, tapi saya belajar jauh lebih banyak dengan menghabiskan sekitar 9 jam menonton Godfather ketimbang seluruh waktu sekolah formal saya (17 tahun) belajar tentang Pendidikan Moral Pancasila. Dalam kekejaman mafia dan aroma darah muncrat, keindahan terbangun tanpa harus pusing memikirkan apakah ini baik atau jahat, benar atau salah.

Seperti penari yang begitu menghayati musik pengiringnya, Vito Corleone (Robert de Niro, Marlon Brando), Michael Corleone (Al Pacino) dan Vincent Corleone (Andy Garcia) menghipnotis saya: bergerak perlahan, menghardik, membidik (atau dibidik), mengorganisasikan pasukan (manajemen), merencanakan pembunuhan (planning), negosiasi, berlari dalam desing peluru, menghadapi konflik internal, pengkhianatan, kekejaman, jaringan (networking), menyumbang kemanusiaan, menolong yang papa, menjadi teman dekat Paus Johanes Paulus, berdialog dengan maut.

Inilah kitab manajemen terlengkap: semua sisi dikupas, ditelanjangi, dihancurleburkan. Apakah seorang Godfather mampu meraih kebahagiaan dalam hidupnya yang penuh ancaman (mengancam atau diancam), saat setiap detik maut mengintai di sela makan malam yang mahal diiring tawa dan canda ria anak-anak kecil di sekelilingnya. Tak mudah hidup dengan kuasa yang nyaris mutlak, setiap orang pasti berminat mencabut nyawa si empunya. Nikmat yang fana dan pengorbanan yang sia-sia.

Dan akhirnya, memang bukan kebahagiaan yang sedang dikejar. Tapi ambisi, demi keluarga, demi kehormatan dan ironisnya: juga demi Tuhan. Tuhan rasanya tak campur tangan dalam kehidupan indah berbalut kekejaman ala mafia: seperti Andrea Hirata saat mengatakan Tuhan tahu tapi menunggu.

Di akhir film Godfather III, di ujung VCD yang ke-9 Tuhanpun hadir: tampak longshot Michael Corleone duduk di kursi dalam umurnya yang sangat senja, mungkin lebih dari 80 tahun ditemani seekor anjing kecil yang mengais-ngais di antara kursinya. Ia senantiasa selamat dari beberapa rencana pembunuhan oleh musuh-musuhnya. Lalu kepalanya tertunduk, tubuhnya pelan-pelan merosot, kakinya tertekuk. Kursi yang tak imbangpun rubuh. Tanah menerima tubuhnya dengan sedikit gerakan debu, tak dahsyat seperti film silat Indonesia dengan debu dari bahan tepung. Tanpa suara. Anjing kecilnya sedikit terkejut lalu kembali mengais. Seolah tak terjadi apa-apa.

Sang pensiunan Godfatherpun mati sendirian, bukan oleh pelor lawan-lawannya. Tanpa kuasa, ia bukan apa-apa kecuali seonggok tubuh ringkih berdebu. Lalu dimana bahagia? Lalu dimana Tuhan? Lalu dimana keadilan buat korban-korbannya? Lalu dimana hukum baik buruk berlaku?

Pertanyaan ini memenuhi kepala saya saat kamera makin menjauh: mayat tokoh mafia terbesar di dunia mulai samar diselimuti debu, angin yang berhembus, anjing yang tak peduli, kursi rubuh dan bangunan berbatu yang sunyi: semua nampak sama, hanya kumpulan benda-benda.

Dari jendela ruangan saya, angin pagi mulai masuk menusuk tulang : membawa dingin di dada. Sebuah akhir proses kuliah yang nyaris sempurna, yang celakanya juga tak terjawab semua... tanya itu masih menggantung. Sayapun beranjak, memandang langit dan tersenyum. Yang terbaik hari ini, tentulah tak abadi. Atas kuasa Tuhan, akan selalu hadir yang lebih baik lagi esok hari.

Tuhan tahu apa saja yang akan kita capai di akhir hidup kita, tapi Dia menunggu. Dia membebaskan kita untuk mencari tahu seolah hidup yang kita jalani tak pernah usai. Dia menunggu saat akhir hidup kita, untuk memberikan pesan pada yang masih tinggal: bahwa proses belajar selalu berulang dan tak pernah usai...

Akherat & Dunia Yang Tak Sempurna .

Yah .. ! Tepat sekali, saya memang Cinta dunia ini . Dunia yang kita tinggali ini begitu penuh warna, di dalamnya tersimpan seribu semilyar setrilyun misteri yang memompa adrenaline memancar deras. Dunia yang terus berteriak: go go go...


Dan ya, saya memang pencinta dunia. Saat sore datang dan sinar matahari berangsur melembut dalam nuansa sapuan kuas raksasa oranye: dunia bergerak melambat. Tuhan menciptakan sore hari begitu indahnya, sehingga dalam situasi setegang apapun: sore memberikan suasana santai yang saya butuhkan untuk tetap tenang, untuk tetap nyaman. Dalam angan saya yang paling ekstrem, saya mengandaikan meninggalkan dunia ini di sore hari yang tenang saat banyak manusia beranjak pulang dari kerja. Saat-saat kita hadir utuh sebagai manusia, bukan desainer, direktur, pencopet, tukang becak atau penyanyi dangdut. Bukan pula aksesoris dan kulit-kulit lainnya. Di saat seperti itulah kelak: saya ingin menutup mata...

Weitszz, tolong jangan tuduh saya sekular lantaran jatuh cinta pada yang fana. Dunia yang saya ingin menyentuhnya dengan sepenuh jiwa, adalah dunia yang sama yang digambarkan dengan begitu melankolis di buku Alan Lightman 'Mimpi-mimpi Einstein'. Adalah dunia yang bukan negasi dari akhirat: saya merasa akhirat sesungguhnya telah hadir di antara kita sekarang, hanya kita yang tak mampu melihatnya, tak cukup memahaminya. Keabadian yang dikandung akhiratnya, benihnya disiapkan oleh dunia.

Sudah jadi keyakinan saya untuk terus menebar cinta, pada dunia yang tak sempurna ini. Pada para penjahat kelas teri yang meregang nyawa. Pada koruptor kakap yang menangis di pojok penjara ber-AC dengan laptop menyala. Pada Yudhoyono yang sendiri di ujung hari dengan secangkir teh hangat dan buku tebal di tangan, merenungkan nasib Indonesia. Pada Budiono yang terus bergerak agar negeri ini tak beku dimakan usia. Pada para pelacur ber-koyo yang masuk angin karena semalaman tak dapat tamu. Pada petani di sebelah Rumah yang setia menumbuhkan hamparan padi untuk saya nikmati pemandangan hijaunya. 

Jika tiba waktunya kelak saya akan pergi, biarlah kenangan rasa syukur atas ketidaksempurnaan dunia ini yang akan saya ceritakan pada Tuhan: betapa Ia begitu serius mempersiapkan setiap detailnya buat kita umat-Nya. Dan Tuhan tahu, saya berterima kasih begitu dalam atas Maha karya-Nya.

Bukan kesempurnaan yang membuat saya jatuh cinta, tapi cintalah yang membuat ketidaksempurnaan ini menjadi begitu luar biasa.

GK - Bali

Salam Mengharukan .. !!

Beberapa waktu yang lalu saya melakukan trip ke Bali, Pulaunya para Dewa, Pulau yang Eksotisme nya memberi banyak Output buat Otak saya .. Budaya dan Religi yang begitu kental tercium disepanjang mata saya melihat, keaneka ragaman karya, tempat-tempat indah dan megah membuat saya malah jadi bingung,  Hehehe3x tapi pesona Bali memang pantas diakui baik dalam regional Indonesia ataupun Dunia. Banyak hal yang saya pelajari dari Bali dan pemerintah kota Bali dalam pengaturan Tata Kota Bali. dan lebih kagum saya kepada patung Gatotkaca .. 


Menurut Sumber Berita Patung Gatotkaca yang megah ini dibangun pada tahun 1993 tepat di tengah-tengah simpang tiga di sebelah timur laut Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Tuban. Konon diambil dari cerita Mahabarata, dimana dalam cerita tersebut Gatotkaca dikisahkan sebagai ksatria yang gagah perkasa dan pemberani, anak dari Bimasena, salah satu dari ksatria Panca Pandawa. Ia dikenal sebagai ksatria yang ahli terbang dan bertanggungjawab pada pertahanan udara serta memberi perlindungan bagi keselamatan kerajaan Pandawa.Ini menurut kisah mereka dan buat saya Gatotkaca tetep pahlawan  sejati saya ..


Pertanyaan Saya simpel : Siapa yang buat ... ? saya bener - benar terinspirasi Semoga Mengharukan .... !!!

To Be Genuine, Gentle & Green

Orang boleh mengkritik, menghujat, ngatain, curhat, membual, nyerocos, memberi masukan, mengungkapkan, mendemo, atau memprotes, berdasar pada apa yang dianggapnya benar.

Sebaliknya, anda juga dapat mengkritik, menghujat, nyerocos, memberi masukan, mengungkapkan, mendemo, memprotes, atau mengatai balik orang tersebut, berdasar apa yang anda anggap benar.

Kadang Ngomongnya gampang, melaksanakannya susah minta ampun. Dan di sudut pemikiran saya lifestyle masyarakat terbentuk melalui Opini atau sebuah ajakan untuk memasuki gaya hidup modern, jujur saya benci dengan lifestyle, oleh karena itu GK Return terus mengali sebuah makna yang terdiri dari Genuine, Gentle, dan Green. Kalau ditafsirkan, mungkin artinya seperti ini: 

Genuine, berarti honest dan lurus dalam mencapai keseimbangan hidup. Hangat dalam menghadapi pemasalahan. Tidak berpura-pura, main trik-trikan, apalagi menusuk dari belakang. To the point, terbuka terhadap perubahan dan kritik, tetapi tetap kritis.
Gentle, lembut dan arif dalam tiap segi kehidupan, baik kepada masyarakat, lingkungan, dan diri sendiri. Tidak memaksa, tapi merangkul. Tidak melarang infotaiment, tapi mengedukasi masyarakat untuk berpikir kritis. Tidak mencetuskan RUU APP untuk mengatur cara berbusana, tapi mengajarkan kebaikan norma masyarakat dan kearifan lokal. Tetapi juga tidak sembarangan berpakaian tidak pantas di tempat umum, menjual majalah porno di pinggir jalan, apalagi membuat pemberitaan yang subyektif dan bias.
Green, berusaha menciptakan perubahan sosial dan lingkungan ke arah yang lebih baik. Mensosialikan pentingnya penghargaan atas hak asasi, pentingnya pendidikan politik, pentingya ekonomi kerakyatan, serta pentingya pelestarian lingkungan hidup. Menyayangi bumi dan isinya. Tidak bermain menangkap belut hanya untuk memeriahkan acara tujuhbelasan. Tidak menambah sampah yang tidak bisa di daur ulang, serta membantu mengurangi beban limbah di bumi.

Terlalu ekstrim? Idealis? Ridikulus? Hmmm… entah ya, tetapi rasanya lifestyle ini sangat cocok bagi kita semua (termasuk saya) dalam perjalanan menuju tatanan hidup baru. Di kala masyarakat dan dunia internasional dipenuhi dengan permusuhan dan rasa curiga, kita bisa bersama-sama menyumbang energi positif pengimbang dengan menjadi Genuine, Gentle, dan Green.

 

Teinspirasi

Saya ingin kamu mengingatnya bahwa tidak ada bajingan yang menang perang dengan mati bagi negaranya. Dia menang dengan membuat bajingan lawan mati bagi negaranya. Semua hal yang kamu dengar tentang Amerika yang tidak ingin berperang, ingin menghindari perang ini, adalah omong kosong. Orang Amerika suka berperang. Semua orang Amerika sesungguhnya menyukai sengat pertempuran. Ketika kamu masih anak-anak, kamu semua mengagumi juara bermain kelereng, pelari tercepat, pemain bola yang hebat, dan petinju paling brutal. Orang Amerika menyukai pemenang dan tidak akan menerima pecundang. Orang Amerika bermain untuk menang terus-menerus. Saya tidak akan mempedulikan orang yang kalah dan tertawa di neraka. Itulah Sebabnya orang Amerika belum pernah kalah dan tidak pernah akan kalah dalam perang. Pikiran tentang kekalahan menyebalkan bagi orang Amerika.
 

Pasukan adalah tim. Hidup, makan, tidur dan bertempur sebagai sebuah tim. Individualitas adalah setumpuk omong kosong. Para bajingan yang menulisnya untuk The Saturday Evening Post, tidak tahu apa-apa tentang pertempuran nyata, mereka lebih tahu tentang hubungan seks. Kita mempunyai makanan dan peralatan yang baik, semangat terbaik, dan orang-orang terbaik di dunia. Saya merasa kasihan pada para bajingan malang yang akan kita lawan. Kita tidak hanya akan menembak bajingan-bajingan itu, kita akan mengeluarkan isi perut mereka dan menggunakannya untuk menggemuki rantai tank kita. Kita akan membunuh para bajingan Jerman yang menjijikkan itu dengan keranjang gantang (keranjang takar).

Beberapa dan kamu bertanya-tanya apakah kamu tidak akan takut menghadapi berondongan peluru. Jangan khawatir soal itu. Saya dapat meyakinkan kamu bahwa kamu semua akan menyelesaikan tugasmu. Nazi adalah musuh. Seranglah mereka dengan sekuat tenaga. Tumpahkanlah darah mereka. Tembaklah mereka di perut. Ketika kamu memasukkan tangan ke dalam sesuatu yang hancur dan lengket, yang sesaat sebelumnya adalah wajah sahabatmu, kamu akan tahu apa yang harus dilakukan.

Ada satu hal lagi yang saya ingin agar kamu ingat. Saya tidak ingin menerima pesan yang mengatakan bahwa kita bertahan di posisi kita. Kita terus-menerus maju dan kita tidak berminat menahan sesuatu kecuali musuh. Kita akan terus-menerus mendera dan menendangnya dengan keras. Kita akan memperlakukannya seperti kotoran manusia yang melewati mulut kloset.

Ada satu hal yang dapat kamu katakan ketika pulang ke rumah. Tiga puluh tahun dari sekarang, ketika kamu duduk di dekat perapian, bersama cucumu yang duduk di lutut dan dia bertanya, apa yang kakek lakukan dalam Perang Dunia Kedua yang besar itu?Kamu tidak perlu memindahkan cucumu ke lutut orang lain, terbatuk, dan berkata, Aku membersihkan kotoran di Louisiana.

Saya tidak seharusnya mengomandani pasukan ini. Bahkan saya tidak seharusnya berada di Inggris. Biarlah bajingan pertama yang menemukan saya adalah pasukan Jerman terkutuk. Saya ingin mereka melihat saya dan berkata. Ah! Itu Pasukan ketiga dan bajingan Patton lagi!

Baiklah, kamu para bajingan, kamu tahu perasaan saya. Saya akan bangga memimpin Anda para pemuda yang baik dalam pertempuran di mana pun, kapan pun. Sekian.

-----------------------------------------------------------------------------

Catatan: Saya telah menonton film jenderal besar ini lebih dari 5 kali dan gak bosen-bosen juga. Selalu ketemu hal-hal baru setelah memperhatikan detailnya lebih teliti, seperti ketika saya nonton 13th Days, Training Day atau Jerry Maguire. Sebagai pemimpin, Patton emang gak sempurna. Tapi banyak hal luar biasa telah lahir dari keteguhan dan kekerasan hatinya, juga arogansinya yang unik. I learn a lot from him.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme
--- Percayalah pada keyakinan yang terdalam di hatimu. Lalu berjuanglah sekeras mungkin untuk mengikutinya.--- Kesuksesan adalah bagaimana memahami yang tak dipahami logika, dan mengikuti keyakinan kita yang terdalam. Tuhan sudah tak sabar ingin menemui para pemenang yang babak belur dengan hadiah utama-Nya yang tak main-main. Jangan menoleh ke belakang, jangan berbelok, teruslah melangkah maju ---